Ikatlah Ilmu Yang Kamu Miliki Dengan Menulis, Ingatlah Ilmu Yang Kamu Miliki Dengan Berbagi

Selamat Datang di Pojok Ocehan Aa Dadi

Mengapa blog ini menggunakan nama Pojok Aa Dadi? Pojok dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai tempat bertemunya dua garis atau dua sisi. Namun, dalam dunia surat kabar “pojok” diartikan sebagai lajur di sudut surat kabar tempat karangan pendek berisikan hal-hal humoris, tetapi mengandung kritik atau sindiran. Jadi Pojok Aa dadi mengartikan tempat bertemunya Saya dengan Kawan-kawan saya, disuatu tempat yang sangat sunyi (dalam hal ini dunia maya) untuk saling mendiskusikan segala permasalahan kehidupan di Indonesia. Dan, sebagai tempat untuk saling membagikan informasi, baik formal maupun informal. Pojok Ocehan Aa Dadi tidak hanya berisi ocehan Saya saja. Tetapi Saya akan mengajak Kawan-kawan bersama-sama membahas hal-hal yang sangat menarik dan up to date mengenai kehidupan sosial Indonesia yang sangat beragam. Salam Cerdas dan Sukses AA Dadi
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2012

Rencana Tanpa Action, Hanya Wacana !!

Kawan, impian dan rencana hidup saja tidak cukup untukmu meraih kesuksesan. Wacana dan wacana itu selalu kita utarakan untuk menggapai apa yang kita inginkan. Pelatihan demi-pelatihan kita ikuti, namun semua itu percuma kalau hanya rencana dan wacana saja yang ada dalam hidup kita. Banyak diantara kita yang justru terpuruk dalam kegagalan dan kekecewaan karena tidak menggapai apa yang diimpikan.
Dahulu, ketika masih menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Jakarta, saya dan beberapa kawan selalu mengikuti training motivasi, training for trainer, training for entrepreneurship, dan berbagai seminar lainnya. Tujuannya hanya satu, yaitu mencari kesuksesan, dan mengetahui bagaimana menjadi orang yang sukses.
Disetiap pelatihan tersebut terdapat beberapa hal yang sama yang selalu ditekankan oleh siapapun yang menjadi trainer maupun motivator tersebut. Yaitu, untuk menjadi seseorang yang sukses harus bermula dari adanya sebuah impian.

Impian, dalam hal ini adalah keinginan atau hal yang ingin kita capai dalam hidup ini. Sesuatu hal yang ingin kita capai pada masa tertentu, atau lebih mudahnya kita sebut sebagai target kehidupan.

Dalam sebuah pelatihan biasanya kita diminta untuk menuliskan impian kita di secarik kertas, lengkap dengan waktu pancapaiannya. Kita pun menuliskannya dengan penuh semangat:

1.       Usia 24 tahun saya harus memiliki penghasilan diatas Rp.5 juta
2.       Usia 26 tahun harus sudah menjadi manager di sebuah perusahaan.
3.       Usia 28 menikah
4.       Usia 30 memiliki rumah dan mobil pribadi
5.       Dan lain-lain

Impian itu memang sesuatu yang harus dimiliki seseorang. Karena sebuah mimpilah yang akan menjadi tuntunan dan tujuan kehidupan kita.

Setelah kita menuliskan impian-impian tersebut, biasanya sang trainer dan motivator akan melakukan pembekalan semangat kepada kita untuk meraih mimpi-mimpi tersebut. Dengan menceritakan kisah sukses seseorang, memberikan contoh bagaimana seseorang yang memiliki keterbatasan bisa menjadi sukses, dan memberikan tips-tips jitu untuk meraihnya, salah satunya adalah dengan menuliskan rencana hidup untuk meraih impian yang kita inginkan.

Rencana-rencana tersebut merupakan langkah demi langkah yang harus kita hadapi dan jalani untuk menggapai impian yang kita inginkan. Sang trainer atau motivator biasanya akan meminta kita untuk menuliskan rencana tersebut dalam secarik kertas, lalu diletakkan di tempat yang setiap saat bisa kita lihat, entah ditempel di dinding tempat tidur, meja belajar, di pintu kulkas, atau di tempat lainnya. Tujuannya adalah agar kita senantiasa mengingat apa yang harus kita lakukan dalam hidup ini sehingga mimpi-mimpi kita dapat tercapai.

Banyak mungkin dari kita yang telah mengikuti pelatihan-pelatihan serupa, melakukan apa yang diminta tersebut. Bermimpi, dan menuliskan rencana-rencana untuk menggapainya. Namun, banyak pula yang tidak berhasil menggapai apa yang dimimpikannya, banyak yang gugur dipertengahan jalan, dan tak sedikit yang justru terpuruk ke dalam kegagalan dan kekecewaan.

Disisi lain tidak sedikit yang menggapai kesuksesan dalam setiap rencana yang dijalankan dan meraih segala impiannya. Ia merasakan betapa manisnya kesuksesan, ia merasakan betapa indahnya hidup dalam mencapai keberhasilan-keberhasilan yang ia inginkan.

Lalu kenapa bisa terdapat dua hasil yang berbeda, padahal kita mengikuti pelatihan yang sama, seminar yang sama dan memperoleh ilmu yang sama? Jawabanya mudah kawan, yang membedakan mereka yang sukses dan gagal adalah ACTION dan KETEKUNAN.

Mereka yang gagal selama ini hanya terpaku kepada mimpi dan rencana yang telah dibuat. Ketika menghadapi dunia nyata mereka akan mengalami kesulitan, karena tidak sesuai dengan apa yang mereka impikan dan bayangkan. Proses yang harus mereka jalankan untuk menggapai impian mereka tidak sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Bahkan, banyak diantara mereka yang gagal karena semangat menggapai impiannya hanya bertahan selama satu minggu setelah dia mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut.

Untuk itu kita harus kita harus dapat berbuat tidak sekedar menyusun impian dan rencana saja, tetapi kita harus bertindak atau action dan melakukan tindakan tersebut secara terus menerus secara konsisten.

Kenyataan hidup yang terjadi disekeliling kita memang terkadang tidak sesuai dengan  apa yang kita inginkan dan rencanakan. Namun, bukan berarti kita menghentikan langkah untuk menggapai segala impian kita. Ubahlah rencana hidupmu, sesuaikan dengan kenyataan hidup yang ada dan jalankan semua rencana tersebut. Dan berjuanglah dalam setiap proses yang terjadi ketika kita menjalankan rencana tersebut.

Lalu apakah cukup sampai disitu, oooh tentu tidak..!!! karena menjalankan rencana dan proses hidup tidak cukup tanpa adanya ketekunan. Perjuangan tidak mengenal kata menyerah, dan semangat untuk menjalankan proses hidup, selalu menjadi modal akhir yang sangat penting dalam menggapai segala impian kita.

Apabila kita menyerah di satu titik atau keadaan, maka kita tidak akan pernah mengenal kata keberhasilan. Tetapi, apabila kita tekun dan semangat untuk terus mencoba dan mencoba, selalu bangkit ketika kegagalan kita rasakan, maka keberhasilan akan selalu ada dihadapan kita.

Kunci kesuksesan kita bukanlah sekedar mimpi ataupun rencana tetapi aksi dan ketekunan menjadi penentu kesuksesan tersebut. Jadi mulai sekarang jadikanlah rumusan kesuksesan kita seperti ini:

S = 10% I+ 10% R + 30% A + 50%T

Jadi cukuplah 10% impian kita terhadap sesuatu, 10% rencana yang akan kita jalankan, 30% berupa aksi yang harus kita lakukan, dan 50% porsi yang sangat besar untuk ketekunan kita dalam menjalankan setiap rencana sebagai proses menggapai kesuksesan.

Salam Sukses, kembali ke dunia nyata, jangan hanya berwacana, wacana dan wacana.!!!

Senin, 02 April 2012

Semangat Meningkat Karier Pun Terangkat !!!

I hate Monday , sebuah ungkapan yang selalu diutarakan oleh beberapa masyarakat Jakarta yang memiliki profesi sebagai karyawan. Ungkapan yang diutarakan sebagai tanda dimulainya aktivitas bekerja setelah dua hari libur (sabtu dan minggu).
Namun, sadarkah kita ungkapan seperti itu ternyata dapat mempengaruhi semangat untuk bekerja, semangat untuk melakukan tindakan terbaik, dan semangat untuk mencapai tujuan hidup.  
Bagaimana tidak, karena dalam diri kita terdapat alam bawah sadar yang membentuk/memproses intuisi (suatu pengetahuan tanpa kita sadari), yang merekam perkataan maupun pemikiran kita yang membenci datangnya hari Senin. Ketika kita mengatakan I hate Monday, maka alam bawah sadar kita akan merekamnya sebagai sesuatu yang sangat menyebalkan, menyeramkan dan memuakkan.

Apabila hal tersebut terjadi maka tak heran apabila kita tanpa sadar menjadi malas. Mungkin sebagian dari kita selalu berkata di minggu malam “besok senen, hadeuh…males banget, kembali ke rutinitas kerja”. Sadarlah bahwa ketika kita bicara seperti itu, lalu kita bawa tidur, maka alam bawah sadar kita akan merekam semua itu.

Hasilnya, ketika pagi hari kita harus bangun untuk melakukan aktivitas kerja, sangat sulit untuk memulainya, badan terasa berat untuk beranjak dari tempat tidur. Bahkan, rasa malas itu akan terbawa kepada rutinitas kerja kita, di kantor mata seperti mengantuk, badan pegal-pegal dan berat.

Hal tersebut terjadi bukanlah karena kesehatan kita yang menurun, melainkan karena tanpa kita sadari kita sudah merekam kalimat malas dan benci pada hari Senin. Sehingga, alam bawah sadar dan otak kita menginstruksikan kepada seluruh bagian tubuh untuk malas beraktivitas di hari Senin.

Lalu bagaimana agar kita senantiasa bersemangat dalam menghadapi rutinitas kerja, kapan, dan dimanapun itu? Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menyakinkan diri sendiri bahwa rutinitas yang akan kita jalani, baik sekarang maupun esok hari akan sangat menyenangkan.

Dengan menanamkan pemikiran positif dan membayangkan kesenangan dalam aktivitas yang akan dilakukan, maka diri ini akan selalu semangat menjalankannya. Ketika kita berpikiran positif maka yakinlah setiap rintangan seberat apapun,akan kita temukan jalan keluarnya, dan akan kita hadapi semua. 

Setelah menanamkan pemikiran positif dan menyakinkan diri sendiri bahwa aktivitas hari ini akan menyenangkan, maka saatnya kita menyebarkan salam semangat kepada kawan-kawan di sekitar kita.
Caranya adalah dengan menebarkan senyuman dan mengucapkan salam semangat kepada kawan-kawan di kantor maupun di kampus. Sebarkanlah senyummu maka orang lain akan tersenyum dan senang melihat dirimu.

Sebarkanlah salam seperti mengucapkan “Selamat pagi, salam semangat!!” Karena lagi-lagi ketika kita memberikan senyum dan salam semangat, maka pikiran positif yang kita tanamkan akan semakin memiliki pengaruh besar terhadap tubuh kita. Sehingga, kita akan merasakan semangat dan gairah bekerja ataupun belajar yang sangat besar.

Langkah ke tiga, jangan ragu dan takut untuk melakukan sesuatu. Misalkan, ketika kita bekerja kita harus menemui pelanggan atau mencari pelanggan, namun karena rasa takut atau sungkan biasanya kegiatan ini terlihat menakutkan. Untuk itu buanglah rasa takut dan sungkan tersebut, langsung melangkah dan beranikan diri untuk melakukannya. Paksakan dirimu untuk mengalahkan ketakutan tersebut, dan paksakan dirimu untuk selalu menyelesaikan pekerjaanmu.

Keberanian inilah yang akan mengubah hari-hari kita di saat beraktivitas kerja, karena dengan begitu kita akan berinteraksi dengan orang lain yang memiliki berbagai macam gaya dan tipe. Dari merekalah kita dapat memperoleh pelajaran yang sangat berharga. 

Selain itu keberanian ini akan semakin menambah keyakinan diri kita akan semangat di hari ini dalam menjalankan aktivitas. Keberanian ini akan menunjukkan kepada alam bawah sadar kita untuk merekam kata-kata bahwa kita bisa dan kita mampu menghadapi apapun itu.

Jadi tanamkanlah semangat diri kita dengan senantiasa berpikir positif, sebarkanlah senyum dan semangatmu kepada orang lain, dan beranilah untuk bertindak atau mulailah aktivitasmu, paksakan diri untuk mencapai yang terbaik.

Semangat meningkat, pekerjaan terlaksana dengan baik, maka karir pun akan terangkat. I love Monday

Kamis, 29 Maret 2012

Indahnya Menjadi Orang Yang Beruntung

Dalam hidup ini orang bodoh akan dikalahkan oleh orang pintar. Namun, orang pintar akan dikalahkan oleh orang yang ahli dalam satu bidang. Tidak berhenti sampai disitu orang ahli akan dikalahkan oleh orang yang beruntung.

Wooow…begitu indahnya menjadi orang beruntung. Bagaimana tidak, dengan melakukan maupun tidak melakukan suatu tindakan atau suatu usaha tetap memperoleh hasil terbaik yang diinginkan. Bayangkan seorang sales yang beruntung, dia hanya berdiri saja, atau hanya mengaktifkan teleponnya saja, banyak konsumen yang mendekati dia dan membeli produk darinya. Padahal kawan-kawanya dengan usaha sekeras-kerasnya, menerapkan teori penjualan dan pemasaran yang diberikan, tetap sulit memperoleh konsumen.

Orang beruntung pada dasarnya memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk memiliki kelebihan tersendiri, dimana aliran rezeki, jodoh dan kehidupannya selalu sesuai dengan keinginannya.

Tetapi tahukah kawan! Terutama kawan-kawan yang beragama Islam, ternyata Islam senantiasa menyuruh kita untuk menjadi orang yang beruntung. Hal ini diketahui dari selalu adanya peringatan dalam beberapa kalimat Al-Qur’an yang berbunyi”…Celakalah orang-orang yang merugi...”. Di sini terlihat bahwa Islam melarang umatnya menjadi orang yang merugi.

Selain memberikan peringatan Al-Qur’an juga membahas mengenai bagaimana caranya agar kita senantiasa menjadi orang yang beruntung. Syarat atau petunjuk yang diberikan tidak sulit, coba kawan-kawan lihat di dalam Al-Qur’an Surah AL-MU’MINUUN Ayat 1-11, disana dijelaskan bagaimana menjadi orang yang beruntung. Adapun persayaratannya adalah:

1.   Seorang yang beruntung harus memiliki keimanan yang kuat terhadap keberadaan Sang Pencipta Alam Semesta dan Segala Isinya yaitu Allah SWT.

2.   Untuk menjadi orang yang beruntung kita harus menjadi orang yang beriman terlebih dahulu, dan cara menjadi orang yang beriman, pertama adalah dengan menjalankan ibadah secara khusyu dan sungguh-sungguh. Berdoa dan memohonlah kepada Allah dengan hati  yang bersih dan perasaan takut kepada Allah SWT.

3.  Syarat kedua menjadi orang yang beriman adalah berusaha menjauhkan diri dari perbuatan maksiat, perbuatan bathil, menghina orang lain, syirik, dengki dan menggunjing/bergosip, serta tindakan lainnya yang dapat merugikan dan menyakiti hati orang lain.

4.   Syarat ketiga menjadi orang yang beriman adalah menunaikan zakat. Semakin banyak kita memberi dan menolong kepada orang lain, semakin beriman dan semakin keberuntungan akan mendekati kita, itu janji Allah loch, bukan perkataan saya.

5.   Syarat keempat, adalah menjauhi perbuatan zina dan maksiat yang sangat diharamkan oleh Allah SWT kecuali hubungan yang dihalalkan dalam hal ini pernikahan.

6.   Syarat kelima, menjaga amanat dan tanggung jawab yang diberikan dan dipercayakan kepada kita. Baik, oleh keluarga, masyarakat, perusahaan atau pihak manapun, amanat dan tanggung jawab harus dapat dipegang teguh dan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

7.  Syarat keenam, senantiasa melakukan dan menjaga ibadah khususnya shalat wajib. Sehingga kita senantiasa terjaga hubungan kepada Allah, dan tidak bosannya menyembah, memohon ampun dan memohon pertolongannya.

Nah ,,, berdasarkan ulasan Ayat di atas jelas sudah, Allah menyatakan bahwa keberuntungan itu bukanlah sesuatu yang datang secara sendirinya, dan bukanlah sesuatu yang hanya dapat diperoleh orang-orang tertentu saja. Namun, siapapun yang ingin menjadi beruntung bisa memperolehnya. Syaratnya yang dengan menjadi orang yang beriman dan menjalankan keenam syarat diatas.

     Ayo saya yakin kita semua bisa melakukannya. Berusaha terus untuk menjadi yang terbaik dan senantiasa memohon agar kita terhindar dari jalan orang-orang yang merugi.

Share To

Favorites More

Social Network